Lepaslah!
Akhir Oktober telah tiba, menandakan dirinya sendiri di pojok kolom gawaiku. Udara panas kontra dengan rumah keduaku pekat dalam rasa. Sampai sini, masih banyak pertanyaan yang menghantui lubuk kecilku. Pertanyaan-pertanyaan kehidupan. Egoiskah aku memaksa untuk meminta jawaban atas segala takdir yang telah digariskan-Nya? Kawanku, mungkin engkaulah salah satu orang yang ingin mengekang keputusan Allah. Nalarmu bercakap dengan segala retorika. Mungkin kita sedang berada dalam kubu yang sama? Tenanglah. Biarkan segala lepuh terdinginkan angin rindang yang menyapu pergi detik-detik waktu. Duduklah sejenak, istirahatkan hati dan pikiranmu. Sudikah kamu mengingat hak dirimu sendiri? Mungkin pada masa lalu, kau ingat pengorbanan satu demi satu yang banyak membekaskan haru. Menyindirmu dengan halus bahwa sudah banyak yang kau lalui yang barangkali orang lain tak tahu. Tidak apa-apa. Tidak ada yang mengharuskanmu berdiri di panggung utama. Simfoni dunia ini memang begitu merdu. ...