Hijau Biru - Putih Abu
Bismillaahirrahmanirrahiim..
Kemarin, aku dan teman-teman angkatanku baru saja melepas tuntas status kami sebagai siswa SMA dengan perolehan medali dan serangkaian acara formalitas lainnya. Banyak rasa haru di hati yang sejalan dengan menguningnya langit pada hari itu. Aku tak terlalu mengindahkan momennya, karena di luar sana banyak anak muda yang tak sempat merasakan bangku sekolah menengah, tak sempurna rasanya jika diisi dengan euforia. Hati kecilku lebih condong pada bersyukur dan menyindir diri untuk tak lupa bermuhasabah pada waktu selanjutnya. Sejatinya, ilmu yang tak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah akan menjadi sia-sia, bukan?
Namun, ada hal yang melekat pada ingatanku--perkenalanku dengan saudara-saudara muslim di Majelis Ta'lim Harokatusy Syu'ban (Mata Hasan) semenjak tiga tahun silam. Pada masa-masa dulu, aku tak sempat menyangka akan menjalin pertemanan dengan ikatan iman sedemikian eratnya hingga saat ini. Kukira, aku hanya akan berada pada sebuah organisasi yang statis, tapi minimal aku bisa menyeimbangkan takaranku antara ilmu akhirat dan dunia yang kukejar. Yah, itu pikiranku dulu.
Hari demi hari berlalu, Allaah banyak memperkenalkanku hal baru. Salah satunya, bahwa persahabatan yang membawa ketenangan itu bukan sesuatu yang impossible. Kalau pertemanan berlandaskan iman itu dapat dibungkus panas dinginnya emosi dalam satu paket. Seperti kurang lebih, kata salah satu kawan dekatku:
kalian telah mengajarkanku kepercayaan sementara waktu itu aku bukan orang yang percaya pada kalian.
Mereka pula menyadarkanku bahwa Allaah 'Azza wa Jalla pasti menepati janjiNya, bahwa sabda Rasulullaah ﷺ itu benar:
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allaah, niscaya Allaah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” [1]
Qaddarallaah, teman-temanku yang inilah layaknya ombak yang membantuku melewati badai di laut. Di tengah angin yang kencang, mereka mengajarkanku menjadi api yang tidak hangus juga tidak membakar.
| Membuat bros untuk dijual(tapi ga jadi), 2017 |
A friend in need is a friend indeed. Mereka tak hanya hadir kala hati sedang bersuka cita, namun ketika duka menghampiri, waktu peliknya mengambil langkah sulit untuk keberuntungan akhirat dan dunia.
Mereka yang senantiasa menyemangatiku untuk berbuat jujur dalam setiap ujian di sekolah. Mereka yang siap menutup mulut ketika ghibah mulai mendayu-dayu di antara obrolan remaja. Mereka yang bersabar ketika satu sama lain dilanda amarah, dan tidak perlu setengah hari bagi mereka dan aku untuk berbaikan kembali. Hmm.. dan mereka yang terkadang aneh. Misalnya kemarin sewaktu acara pelepasan itu. Sementara yang lain sibuk menentukan tempat rias, kita bersepakat tidak akan merias wajah. Di saat orang lain selfie dengan kebayanya, kita selfie medalinya. Tidak salah, kan? ya, memang.. mereka adalah orang-orang yang membuktikan kreativitas masih terus mengalir walau yang haq lebih dipilih.
![]() |
| selfie medali, maksudnya ini |
Mereka adalah orang-orang yang menghargai, dan tak ragu menegurku ketika aku salah.
Ironisnya, sekilas hubungan kami penuh aturan, sopan santun, keramah-tamahan Nyatanya, kami begitu apa adanya terhadap satu sama lain.. membuktikan padaku tentang formalitas penuh ketulusan bahwa ukhuwah itu tidak membelenggu namun menjaga.
Ketika ikatan itu terpaut dengan rajutan iman, segala kesenjangan seolah bukan hambatan. Rasa berat hati ketika memilih jalan kebaikan yang melelahkan menjadi ringan ketika diiringi nasehat dari orang-orang yang sadar diri akan kurangnya kualitas diri. Sedikit ada rasa saling melebihi daripada yang lain, karena aku tahu urusan dengan manusia itu tak mungkin sempurna dari hawa nafsu duniawi. Namun carut-marut itu segera diredam dengan penerimaan setiap masukan yang menghadiri.
Kita telah banyak belajar..bahwa kehidupan ini hanya sebentar saja, lebih hina daripada sehelai sayap nyamuk, lebih santai daripada menghadapi hukuman akhirat.
Maka, tolong ukhuwah ini jangan menjadikan kalian lalai, sombong, dan lupa diri bahwa ikatan ini tak akan terjadi melainkan atas kekuasaanNya. Bukan karena langkah dini hari menulis nama Majelis Ta'lim di deretan ekskul yang akan diikuti. Juga bukan karena sempatnya diri untuk berlari-lari mengejar majelis ilmu di sekitaran Indramayu. Bukan karena inisiatif kalian untuk menyapa teman satu hati di tengah redupnya ajaran yang suci. Hati kalian sadar dan satu bukan karena itu.
Tapi karena Allaah 'Azza wa Jalla..
Oleh karena itu.. pesanku untuk kalian yang segera menapaki jalan berbeda--insyaaAllaah, ingatlah selalu doa yang paling sering dipanjatkan Rasulullaah ﷺ..
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ.
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. [2]
Semoga kita semua bisa bersama-sama menjadi sebaik-baik manusia, yang bermanfaat bagi sesama dalam kebaikan, selamat dalam perkara yang akan datang.. dan semoga dunia yang kita kejar adalah ladang pula untuk kita dalam mempersiapkan bekal akhirat.. semoga kita, termasuk penghuni surga-Nya. Aamiin.
-Sofia
__________________________________________________________________________
Sumber
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih. Adapun tidak disebutnya nama sahabat tetap tidak mencacati hadits tersebut karena seluruh sahabat itu ‘udul yaitu baik)
كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ « يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ ».
“Yang sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, ’Ya muqollibal quluub tsabbit qolbii ‘ala diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’.”
(HR. Tirmidzi, no. 3522; Ahmad, 6: 315. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
*versi lengkap ada di link.
*versi lengkap ada di link.


Doa doa sofi > Aaamiin 🙏🙏🙏
BalasHapus💕💕💕
Aku mungkin tidak se puitis yg lain. :'v
Tapi biarlah... hehe
Alhamdulillah ku bisa dipertemukan dengan sahabat-sahabat seperti kalian, yg tidak hanya berdiam diri ketika aku melakukan kesalahan :'D ku masih inget ketika ku ditabok sofi *ehtapi gasakit saat ku mengakui kesalahanku. Ku sadar, tabokan itu adalah karena Allah dan rasa sayang. 😍😍😍
Ku sayang kalian jugaaa.
Makasih ninda. terus ingetin aku yaa kalau melenceng ��
BalasHapusmakasih juga buat semuanya. Aku ga pernah bisa ngebayangin kalo ga ada kalian. mungkin udah bubrak pemikiran aku. kangen ditabok sofi juga nin. hehe
BalasHapuskenapa pada ingetnya ditabok sofi aja ya -_-
BalasHapus