Puasa Level Bawah

Apakah kamu salah satunya?

Apakah kamu orang yang menganggap metamorfosa siang menuju sore hanya penantian untuk melepas lapar dan dahaga? 
Apakah kamu adalah dia yang menyia-nyiakan hadirnya malam sekadar tempat melepas penat, bahkan membalas dendam lapar dan dahaga yang tertahan pada siang harinya? 
Apakah kamu yang berpikir kalau tidurmu kala puasa semuanya bernilai emas, sedangkan lisanmu penuh dusta, harimu diisi dengan sia-sia? 


مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِيْ أَيْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya serta berbuat kebodohan, maka Allah tidak butuh kepada puasanya dari meninggalkan makan dan minumnya.[*]

___________________________________________________________________
[*]. HR Al Bukhari, no. 1903, 6057. Ibnu At Thin berkata,”Zhahir hadits menunjukkan, barangsiapa berbuat ghibah tatkala sedang puasa, maka puasanya batal. Demikianlah pendapat sebagian Salaf. Adapun jumhur ulama berpendapat sebaliknya (yaitu puasanya tidak batal). Namun menurut mereka, makna dari hadits ini, bahwasanya ghibah termasuk dosa besar, dan dosanya tidak bisa sebanding dengan pahala puasanya. Maka seakan-akan dia seperti orang yang batal puasanya.” (Al Fath, 10/582). Lihat Kaukabah Al Khutab Al Munifah, 1/ 229.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Pulang

Tentang Merasa

Prosa | -Hidup