Yang Mekar dan Layu
Sore berisi warna jingga yang berpendar dalam langit, kelak akan berkelana dalam kelam, gelap gempita tetapi semesta hadirkan bintang-bintang sebagai peneman pandang manusia, si malam.
Hai aku, waktu terkadang terasa berat seolah aku yang memindahkan jarum dalam jam raksasa. Ketika kamu sadar hidup itu tidak hanya soal senyuman; yang punya lagi-lagi banyak definisi.
Izinkan hari ini sedikit berterimakasih; atas nafas yang sempat terhembus pagi hari, sinar yang masih sanggup menerobos aqueous humor dan melintasi kiasma optikum; lobus oksipital yang masih dilengkapi jaringan ikat dan bangkit yang serupa lintasan sembilan puluh derajat atas kerja trapezius.
Izinkan diri ini mengucap syukur; pada teman yang mengaktifkan amygdala dan formasi hipokampal, pada air dan udara yang mengaktifkan jaras sensorik hingga sampai di hipokampus dan bahwa aku tidak febril; pada sistol dan diastol dalam batas normal sehingga aku masih bisa berjalan keluar kamarku, menghirup udara sore dan tahu rasanya singkong ditaburi gula sebab saraf hipoglossus masih bekerja dengan baik.
Hei, kuucap segala puji untukNya hari ini ditakdirkan pada jari-jari yang lihai memilih dan memilah huruf mana yang diketikkan pada keyboard qwerty meski bisa saja aku meraba lapisan braille. Pada refleks patologis yang dinilai negatif hingga setiap aktivitas tertata dengan apik dan membuktikan tak selamanya negatif itu tidak positif.
Tumbuhan yang tumbuh di pelataran suatu hari pasti layu, tetapi; mekar adalah niscaya yang aku syukuri hari ini. Terimakasih untuk bersedia berada di pelataran halamanku yang tidak mewah, semoga sinar selalu menumbuhkanmu ada juga bahagia senantiasa menghinggapi rimbun daunmu.
-
11 Muharram 1441 H/2 Agustus 2020
Hai aku, waktu terkadang terasa berat seolah aku yang memindahkan jarum dalam jam raksasa. Ketika kamu sadar hidup itu tidak hanya soal senyuman; yang punya lagi-lagi banyak definisi.
Izinkan hari ini sedikit berterimakasih; atas nafas yang sempat terhembus pagi hari, sinar yang masih sanggup menerobos aqueous humor dan melintasi kiasma optikum; lobus oksipital yang masih dilengkapi jaringan ikat dan bangkit yang serupa lintasan sembilan puluh derajat atas kerja trapezius.
Izinkan diri ini mengucap syukur; pada teman yang mengaktifkan amygdala dan formasi hipokampal, pada air dan udara yang mengaktifkan jaras sensorik hingga sampai di hipokampus dan bahwa aku tidak febril; pada sistol dan diastol dalam batas normal sehingga aku masih bisa berjalan keluar kamarku, menghirup udara sore dan tahu rasanya singkong ditaburi gula sebab saraf hipoglossus masih bekerja dengan baik.
Hei, kuucap segala puji untukNya hari ini ditakdirkan pada jari-jari yang lihai memilih dan memilah huruf mana yang diketikkan pada keyboard qwerty meski bisa saja aku meraba lapisan braille. Pada refleks patologis yang dinilai negatif hingga setiap aktivitas tertata dengan apik dan membuktikan tak selamanya negatif itu tidak positif.
Tumbuhan yang tumbuh di pelataran suatu hari pasti layu, tetapi; mekar adalah niscaya yang aku syukuri hari ini. Terimakasih untuk bersedia berada di pelataran halamanku yang tidak mewah, semoga sinar selalu menumbuhkanmu ada juga bahagia senantiasa menghinggapi rimbun daunmu.
-
11 Muharram 1441 H/2 Agustus 2020
Komentar
Posting Komentar